image01
Uzumaki Naruto

Sage Mode

Naruto VS Sasuke

Siapa yang Terkuat?

Uchiha Sasuke

Mangekyou Sharingan

About

Rabu, 16 Januari 2013

Daun Pisang Si Makanan Ternak

2 komentar

Daun-daunan marupakan makanan utama hewan ternak, walupun daun-daunan tersebut telah menjadi sampah. Misalnya, daun pisang dapat digunakan sebagai makanan ungags. Hasil penelitian Santoso (1987) menunjukkan bahwa daun pisang dapat diberikan kepada broiler 9% dari total ransum pengganti daun lamtoro. Juga secara ekonomi daun pisang jauh lebih ekonomis disbanding lamtoro. Selain daun pisang masih banyak lagi sampah yang dijadikan makanan ernak seperti sisa-sisa makanan dan daun singkong.
Read more...
Sabtu, 05 Januari 2013

Friend's ^_^

5 komentar
Read more...
0 komentar
Sahabat Berbeda Karena Untuk Saling Mengisi Perbedaan.
Read more...
0 komentar
Hidup ini penuh dengan pilihan.
Read more...
0 komentar
Friends Is Everything :-)
Read more...
0 komentar
Sahabat adalah orang yang tahu prasaan yang sedang kita rasakan saat ini,
Suka dan Duka dia selalu ada menemani kita. 
Read more...
Kamis, 03 Januari 2013

CerpenKu ! ^^

7 komentar

Cokelat  Putih

Ddoooorr !
Bunyi pintu dapur yang hanya beberapa meter dari kamar tidurk membuka pejaman mataku secara tiba-tiba, sehingga aku tidak sadar bahwa aku sudah duduk di atas pulau kapukku alias tempat tidur. Tak tahu mengapa aku langsung mengubah pandangan mataku ke arah jam dinding yang  bergambarkan orang terseyum itu.
Mampuss, udah jam segini hari inikan aku jadi petugas upacara pembukaan Masa Orietasi  Siswa di sekolahku, aku gak boleh telat
Akupun berlari mengambil handuk  lalu masuk ke kamar mandi. Oh ya, aku Mario, aku bersekolah di SMP Negeri 2. Kemarin aku baru saja  naik kelas, dari kelas 8 SMP menjad  9 SMP alias kelas 3 SMP. Aku juga adalah anggota OSIS, karena itulah selama 3 hari hari ke depan aku akan menjadi mentor di MOS sekolahku.
Pokoknya hari ini aku gak boleh telat sambil membuka pintu kamar mandi dan berlari ke kamar tidur.
Mario sarapan dulu yaa teriak Ibuku yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
iya Bu balasku.
Setelah semuanya siap aku berserta keluargaku duduk bersama di meja makan untuk memakan sarapan kami masing-masing. Setelah itu, aku fiantar oleh ayahku  menuju sekolah.
***
Ayo adik-adik baris sesuai gugusnya yah, yang kemarin Pa Guru sudah bagi teriak temanku, Della.
Della adalah teman satu kelasku, anaknya cerewet, pemarah, jail tapi dia juga merupakan salah satu anak yang pintar di kelas kami dulu.
Hampir saja aku telat, ternyata upacaranya belum dimulai sambil melegahkan nafas.
Akupun berlari menuju adik-adik gugusku yang sudah berbaris rapi. Pada saat itu, aku menjadi mentor di gugus 5 yang berwarna orange.  Della juga satu gugus denganku tapi tidak hanya kami berdua, ada Keke, Gita, dan Elis. Di gugus itu hanya aku mentor yang paling tampan, bukan karena mentor cowok yang lain jelek, tapi di gugus itu hanya aku mentor cowok, jadi di maklumi saja.
Della maaf yah, tapi aku belum telat kan ?? tanyaku kepada Della yang badannya lebih tinggi dariku itu.
Hmm..ya ya kamu belum  telat,. Tapi awas kalau besok-besok kamu telat, aku akam menggantungmu di pohon tomat ! balas Della dengan mukanya yang menyeramkan tapi lucu bagiku karena hidung peseknya tiu.
Hah pohon tomat itukan tingginya gak sampai 1 meter, emang bisa ?? tanyaku terheran-heran.
Eh.. mulut-mulut siapa ? emang masalh buat loe ?? balas Della dengan amarah yang lebih panas lagi sambil berbicara bahasa gaul yang sering di kataka artis So Imah itu.
Teetttteetttett..
Pembicaraanku dengan Della terputus dengan suara bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa upacara pembukaan MOS SMP Negri 2 akan di mulai. Semua petugas upacara mulai bersiap, dari pemimpin, penggerek bendera, protocol, dan pegatur upucara. Dan pada waktu itu aku di tunjuk sebagai pengatur upacara.
Hey, dengar tuh ! bel sudah berbunyi. kita berdua kan jadi petugas upacara, jadi ita harus bersiap-siap.
Hmm..Ok deh ! balasku.
Aku dan Della pun ikut bergabung dengan petugas lainnya.

Akhirnya upacara pembukaan MOS SMP Negeri 2 Jayapurapun selesai. Semua peserta MOS beserta kakak mentor di perintahkan masuk ke dalam ruangan yang sudah di di tunjuk. Aku beserta adikadik guguskupun masuk, tak lupa juga teman-teman mentorku yang lain.
Selamat pagi adik-adik teriak Della dengan suaranya yang nyaring itu.
Pagi kak balas mereka serentak.
Bagaimana, kalian semua capek gak kataku.
Yah jelas cepeklah ! kan kita semua baru selesai upacara. Coba kamu lihat wajah mereka yang berkeringat itusambung temanku sambung Elis sambil menunjuk ke adik-adik gugus kami.
Ha..ha..ha iya-iya maaf aku hanya bercanda balasku sambil ketawa.
Pada saat itu, kami berlima tak lupa memilih ketua gugus kami. Untuk itu kami menunjuk beberapa orang untuk meju ke depan kelas. Kami ingin melihat bagaimana sikap mereka jika mereka terpilih menjadi ketua gugus lima. Setelah dilihat, kami memilih beberapa anak laki-laki berdiri di depan kelas. Namun, tak tahu mengapa seorang anak perempuan maju dengan berani ke depan kelas. Tapi, aku kagum melihat dia karena dia satu-satunya anak perempuan yang maju ke depan.  Akhirnya semua anak sudah menunjukan keahlian mereka dalam menjadi pemimpin.
Yaah adik-adik menurut kalian siapa yang cocok menjadi ketua gugus di gugus kita kata Della kepada anak-anak uang lain yang tidak terpilih.
Yang cewek !! jawab mereka dengan serentak.
Hmm, ok jadi ketua gugus lima adalah Devi kata Della sambil menunjuk kea rah anak perempuan itu
Dari mana kamu tau namanya Devil kata Gita
Gita ! kamu gak lihat yah, mereka kan memakai papan nama. Jadi, yeh jelas aku tahu balas Della.
Iya Git, masa kamu gak lihat sambung Keke
Gita..gita ada-ada saja kamu ini sambungku juga lanjutku.
Akhirnya Devi menjadi ketua gugus kami yaitu gugus lima. Hebatkan, seorang anak perempuan bisa mengalahkan beberapa laki-laki. Namun tak tahu mengapa, setiap aku melihat Devi orang yang baru terpilih menjadi ketua gugus, perasaanku berbeda seperti dari perasaan sebelumnya. Aneh rasanya, tapi sepertinya tidak mungkin jika aku memendam rasa itu kepada dia. Pada saat itu aku pun mencoba untuk mengabaikan perasaan itu.

Teet..tett..teett
Bel pergantian waktu berbunyi, kami mentor-mentor segera keluar dari ruangan karena guru-guru akan masuk mengajar peserta MOS. Beberapa menit kemudian Pak Abdul sudah berdiri di depan pintu.
Selamat pagi anak-anak ! kata Pak Abdul.
Pagi Pak ! jawab adik-adik peserta MOS beserta aku dan teman-teman mentor lainnya.
Ya, bagaimana sudah selesai ? kalau sudah Bapak akan masuk tanya Pak Abdul kepada kami para mentor.
Iya sudah pak, silakan masuk balas Della
Akhirnya Pak Abdul masuk ke dalam ruangan kelas untuk mengajar. Sedangkan kami para mentor menunggu di luar, hal itulah yang paling aku sukai karena di waktulah aku dan teman-teman lainnya bisa bersantai-santai.
Aduh, beli minum yuk ! ajak elis
Iya..iya aku juga haus nih,  pengap lagi balas Keke
Iya, aku juga ingin beli minum plus makanan, aku sudah tahan lapar dari tadi sambung Della
hmm, ya udah deh, aku juga ingin beli minum juga balasku.
Aku beserta teman-teman pun pergi ke kantin. Saat di kantin kami bertemu dengan mentor yang lain ada Vany, Bella, Nita, Fikiri, dan Aji. Mereka juga lagi jajan sambil nongkrong-nongkrong. Kami pun ikut nongkrong bersam mereka saat kita sudah membeli minum.
Hey, gimana adik-adik gugus kalian ? tanya Vany
Hmm, seru-seru loh. Gimana dengan kamu Van ? balas Della
Sama, terus kalian sudah memilih ketua gugus attau belum ? tanya Vany
Sudah, tapi ketua gugus kami cewek loh. Walaupun dia cewek tapi suaranya lantang dan sifatnya tegas lagi balas Della
Mendengar perkataan Della, aku mengingat perasaanku yang tadi aku rasakan saat melihat dia. Aku mencoba untuk menghilangkan rasa itu, tapi tak tahu mengapa aku perasaan itu munciul kembali.

Teet..teetteet
bel bertandakan pulang pun berbunyi. Semua peserta MOS pulang, kami juga pulang pada waktu itu. Aku pulang bersama temanku Meylin, Bella, dan Reni. Namun tak tahu mengapa, saat di dalam taxi aku teringat lagi akan persaan aneh yang melandaku tadi. Apakah ini yang namanya jatuh cinta, tapi tidak mungkin aku jatuh cinta kepada Devi. Sudahlah, aku masih mengabaikan hal itu.
***
Keesokan harinya, hari ini merupakan hari ke-2 MOS SMP Negeri 2 di laksanakan. Pada saat itu, kami semua berada di dalam kelas bersama adik-adik gugus kami masing-masing. Aku, Della, beserta Elis, Keke, dan Gita akam mengajarkan adik-adik gugus kami yel-yel gugs lima yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Namun sebelum itu, aku pergi ke tempat Devi ketua gugus itu. Dia duduk di sudut belakan kelas bersama dua orang temannya. Namun tak tahu mengapa, aku merasa salah satu temannya serinh melihatku, orangnya emang pendiam. Jadi, aku tidak terlalu dekat dengan dia. Saat aku ke tempat Devi dan dua orang temannya, aku melihat lambang SD pada seragam SD mereka. Ternyata, mereka bersal dari SDku dulu,
kalian dari SD Inpres perumnas I kan? tanyaku.
Iya, kak jawab mereka serentak,kecuali si anak pendiam itu.
Iya, adik-adik ! kami akan mengajarkan kalian yel-yel yang sudah kakak-kakak buat. Untuk itu, keoada ketus gugus silakan maju ke depan sambung Della, yang memotong pembicaraanku dengan Devi.
jadi yel-yelnya gini ! kata Della, sambil berteriak.

Teet..tett..teet
Bel pergantian waktu berbunyi. Pada saat itu, kami juga baru selesai mengajarkan yel-yel. Saat aku ingin keluar, seorang anak laki-laki mendatangiku seperti ingin menanyakan sesuatu.
Kak Mario ! panggil anak itu.
Iya, kenapa dek ? balasku
Temanku tanya, kakak paling suka cemilan apa ? tanya anak itu.
Hmm apa yaa ? oh iya aku paling suka sama cokelat putih. Emangnya teman adek siapas jawabku.
Belum selesai berbicara, Buk Sri sudah masuk memotong pembicaraanku dengan anak itu. Diapun berlari duduk. Saat dia berbalik, terlihat lambang SD yang dia pakai sama dengan lambang SDnya Devi. Itu berarti, anak itu satu dekat dengan Devi, ditambah lagi anak itu duduk di depan dia. Akupun keluar dari kelas itu, dan berpikir apa jangan-jangan yang menyakan cemilan kesukaanku adalah Devi ? apa iya ?
***
Hari ketiga, ini hari terakhir MOS SMP Negeri 2. Pada saat itu, aka nada upacara penutupan MOS. Petugasnya sama seperti petugas upacara pembukaan MOS, itu berarti aku mejadi pengatur upacara lagi. Nanti setelah upacara selesai, akan ada lomba yel-yel. Aku yakin gugusku alias gugus lima pasti akan menang.
Akhirnya upacara pembukaan MOS selesai. Tiba saatnya perlombaan yel-yel. Semua gugu s mempertunjukan yel-yel mereka masing-masing termasuk gugusku. Yang aku harapkan, gugus kami bisa menang. Tapi, tidak emnag juga tidak masalah, yang penting tadi mereka sudah mempertunjukan yel-yel dengan baik.
Perlombaan yel-yelpun selesai. Saat perlombaan yel-yel selesai, banyak adik-adik yang memberikan kado kepada mentor mereka, termasuk aku. Kado yang aku dapatkan mungkin hampirsatu tas penuh, walaupun tidak sama dengan Della, dia mendapatkan kado dari adik-adik hampir dua kantong plastic besar. Pada saat itu, anak laki-laki yang kemarin menanyakanku datang menghampiri dan memberikan aku dua kado.
Nih kak kata dia
Wah banyak banget kadonya balasku
hah, yang satu punyaku dan yang satunya lagi dari teman cewekku, isinya cokelat putih loh jawab dia
Oh gitu, makasih yaah balasku lagi.
Akupun berpikir, apakah ini dari Devi ? untuk memperjelasnya akupun menghampiri dia, dengan pura-pura berterima kasih kepada dia.
Devi, makasih yah kadonya kataku sambil memperlihatkan kado misterius itu.
Iya sama-sama kak, tapi sepertinya kakka salha orang deh, itu bukan kadoku  balas dia.
Masa sih ? tanyaku.
Iya kak balas dia lagi.
MOSpun selesai, kami semuapun pulang ke rumah kami masing-masing. Saat di rumah, aku masih berpikir tentang Cokelat Putih itu, kalau bukan Devi yang memberikannya, lalu siapa ? aku pun memakan cokelat putih itu, dengan rasa penasaran akan cokelat putih misterius itu.

                                      *Tamat*
Read more...
0 komentar
Hidup Itu Pilihan. . .
Read more...

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger news

Blogger templates